JIHAD DI JALAN SETAN

JIHAD DI JALAN SETAN

(sebuah jawaban untuk pelaku kekerasan)

Ada interpretasi yang berbeda tentang jihad, entah apa maksud dibalik itu semua yang jelas antara jihad dengan qital jelas berbeda, mungkin saja qital merupakan salah satu bentuk jihad dalam konteks yang perlu kita kaji kembali. Secara harfiah jelas kata “jihad” berasal dari kata “jahada” atau “ijtahada” yang keduanya memiliki makna dasar bersungguh-sungguh atau berusaha dengan sungguh-sungguh. Jihad mencakup segala hal yang bersifat positif.

Belajar atau menuntut ilmu jika dilakuakn dengan sungguh-sungguh maka itu termasuk juga jihad. Bekerja menafkahi keluarga ini juga jihad, jadi segala sesuatu yang bernilai positif yang dilakuakan dengan sungguh-sungguh ikhlas karena Allah SWT dan tidak merugikan orang lain maka yang demikian adalah jihad.

Bagaimana dengan tindak kekerasan yang mengatasnamakan jihad di jalan Allah ?

Bagi saya tindakan kekerasan apapun tidak dibenarkan oleh semua agama, lebih-lebih dalam islam. Banyak hal yang menajdi alasan orang melegalkan kekerasan atas nama agama. Saya adalah orang yang sangat anti dengan tindakan kekerasan atas nama agama.

Jihad tidak bisa disamakan dengan peperangan atau tindakan kekerasan apapun, lebih-lebih atas nama agama. Tindakan kekerasan itu adalah bermuara dari SETAN, sehingga jihad dengan menggunakan tindak kekerasan, pembunuhan, bom bunuh diri, perusakan tempat ibadah dan saran lainnya adalah JIHAD ATAS NAMA SETAN bukan atas nama agama. Tindakan kekerasan apapun hanya akan mencoreng agama, begitu juga setan, yang selalu merongrong manusia untuk selalu bertindak jahat termasuk terhadap Tuhan dan agamanya sendiri. Oleh karena itu mari kita tinggalakn semua jenis tindakan kekerasan, karena itu hanya akan mencoreng nama baik dan ajaran Islam yang sesungguhnya. Ada beberapa hal yang menyebabkan orang melakukan tindak kekerasan atas nama agama :

  • Pengangguran : terlalu banyak waktu luang dan tidak ada kerjaan ahirnya bikin ulah dengan cara tersebut.
  • Intropet : bersikap tertutup
  • Dangkal pemahaman agamanya sehingga mudah terprovokasi terutama oleh orang yang di anggap sebagai imam.
  • Merasa diri paling benar.

By : Misbahudin Al-Mu’tazili

Brebes, 15 Mei 2009

Kafelinuxdarulfalah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s