MBAH MASKUB DALAM KENANGAN 1

MBAH MASKUB DALAM KENANGAN 1

Allah is my GodDSC00289

Pesan terahir yang sempat saya ingat adalah ketika beliau mengantarkan saya ke Bulakamba, bahwa beliau ingin beristirahat dari semua aktivitas karena merasa sudah lelah. Saya tidak menyangka ini adalah pesan terahir beliau. Beliau adalah orang yang sangat bijaksana dan demokratis. Mbah Maskub tidak pernah memaksakan kehendak kepada orang lain, termasuk kepada keluarganya. Beliau adalah seorang militer (dari TNI AD) yang lahir di Desa Cipelem kec. Bulakamaba kab. Brebes Jawa Tengah.

Bagi saya ia adalah waliyullah yang banyak memberikan infirasi dalam kehidupan saya. Meskipun saya sendiri belum sempat membalas jasanya, tahun 1984 ketika hubungan rumah tangga orang tua saya hancur berantakan, beliau menyelamatkan saya dari kekacauan hidup. Perpisahan itu sungguh menyedihkan disaat saya belum bisa apa-apa saya harus kehilangan kasih sayang dari orang tua, beruntung saya bersama mbah maskub. Kehancuran keluarga orang tuaku menjadi pelajaran yang sangat berharga, dari sinilah mungkin sebuah perjuangan besar dimulai, dari sini pula mungkin pemhaman terhadap hidup menjalar keseluruh otakku, pahit getirnya hidup dapat aku rasakan.

Tahun 1990 saya masih ingat Beliau mengantar saya kerumah pak kepala sekolah SD N 1 Cipelem (Bpk Nurisetiono) yang merupakan kawan dekat beliau, untuk mendaftar di sekolahnya. Sejak ini pula beliau memberikan motivasi belajar buat saya. Hidup dalam kehancuran menjadi ajang bagi saya untuk meraih kesuksesan dan prestasi hidup.

Beberapa tahun setelah saya masuk SD Mbah maskub pensiun dari tugas militernya, setelah pensiun beliau pernah ndaftar menjadi carik tapi gagal, kemudian beliau menjadi mandor kebun tebu. Saya sering diajak berkeliling di kebun tebu. Asik juga. Kemudian pada tahun berikutnya beliau bekerja di KUD Bulakamba sampai menjelang wafatnya pada tanggal 9 Februari 2004. sayang detik-detik terahir dari hidupnya saya tidak sempat menemani beliau. Waktu itu saya baru saja mulai masuk semester 3 di STAIN Purwokerto. Satu hari menjelang kepergian beliau, saya mendapat firasat yang aneh, ketika habis dari perpustakaan STAIN tba-tiba angin kencang menerpakan pas saya keluar dari pintu perpus, sya pikir ada apa ini?.

Malamnya saya dapat telpon dari pak de Jaelani, bahwa mbah dalam keadaan sakit parah, saya disuruh segera pulang malam itu juga, karena sudah malam saya urungkan pulang pagi hari. Ketika pagi saya ditelpon lagi bahwa mbah sudah meninggal dunia, inna lillahi wa inna ilaihirojiun, sosok yang selama ini menjadi panutan saya sudah wafat. Sampai saat ini hanya kenangan dan semangat beliau yang selalu menemani langkahku dalam manjalani hidup ini.

Bagi saya pribadi, beliau adalah sosok yang tegar, tabah, bijak dan religius. Meski hidupnya keras tetapi beliau tidak pernah mengeluh, semangat semangat dan semangat yang selalu ada di Jiwanya. Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menjadikannya sebagai penghuni surga. Ada banyak hal yang akan saya tulis tentang beliau dalam blog ini. Bersambung….

Brebes,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s