Sebuah Interpretasi terhadap agama

Bagaimana Beragama ?

Agama adalah sesuatu yang sakral bagi umat manusia. Dengan namanya maka sering saja berbagai tindakan dilakukan oleh manusia, entah berbau positif ataupun berbau negatif, semua bergantung pada niat dan kedalaman pemahaman agamanya. Kasus sudan, perang irak, perang afganistan, pembunuhan kaum yahudi di jerman adalah salah satu contoh tindakan manusia atas nama agama.

Maka tidak aneh jika agama sering dikatakan sebagai misteri terjauh sekaligus kenyataan paling dekat dengan manusia, agama bisa menciptakan sebuah pengabdian tanpa batas begitupun juga dapat menciptakan kekerasan tanpa belas kasihan.

Ketika ribuan manusia  berbondong-bondong ke Makkah untuk berhaji atau berbondong-bondong ke gua maria maka itu adalah cerminan agama sebagai suatu tindakan pengabdian seorang hamba kepada sang pemilik nyawa. Hal lain, ketika ratusan manusia ditembak mati di tanjung priok jakarta adalah bukti kekerasan tanpa belas dengan mengatasnamakan agama.

Beragama bukan suatu hal yang mudah, boleh saja orang-orang berkoar bahwa dirinya adalah mahluk tuhan yang paling religius, akan tetapi belum tentu ia benar dalam mengimplementasikan agama. Agama adalah ketidakkacauan menurut bahasa sansekerta, maka apakah kekerasan yang dilakukan oleh Amrozi CS atau Massa FPI di berbagai tempat adalah bentuk ketidakkacauan ? itulah beragama, mudah diucapkan tapi berat dilaksanakan.

Beragama bukan hanya dibuktikan dengan ketaatan dalam ibadah (hablu min Allah) akan tetapi beragama juga harus diiringi dengan kecintaan yang tulus kepada seluruh umat manusia (Hablu min annas) tanpa memandang sara. Mungkin disinilah susahnya orang beragama. Akan tetapi ketika kita bisa mengimplementasikan keduanya maka kenikmatan yang akan kita dapat.

Ada beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan dalam beragama menurut penulis antara lain :

  1. Minimalisir kefanatikan sempit dalam beragama, artinya dalam beragama kita hendaknya tidak berlaku fanatik yang berlebihan yang imbasnya menyalahkan orang lain bahkan tidak jarang mengkafirkannya. Ingat ketika Nabi Muhammad ditanya oleh para sahabat tentang pendapatnya terhadap Injil dan Taurat yang dipakai oleh umat yahudi dan Nasrani, maka Beliau menjawab : “, Jangan kamu benarkan semua dan jangan pula kamu salahkan semuanya “.
  2. Beribadahlah kepada Tuhanmu dan Terbarkan kasih sayang dimuka bumi baik kepada sesama agama ataupun orang lain. Beribadah adalah implementasi dari hubungan dengan Tuhan (Habl min Allah) dan mencintai, menghargai serta menyayangi adalah aplikasi terhadap hubungan baik terhadap sesama manusia (Habl min Annas).
  3. Belajar terus jangan sampai berhenti, pahami terus hakikat wahyu dalam agamamu. Interpretasi atau tafsir manusia adalah sesuatu yang relatif alias belum final oleh karena itu maka kita selalu dianjurkan untuk menggunakan akalnya guna memikirkan segala sestau yang ada di alam raya ini.
  4. Bekerjalah untuk hidupmu seolah-lah kau akan hidup selamanya dan berbuatlah untuk ahiratmu seakan-akan kau akan mati besok.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s