Susahnya Buat Puisi

Pernah mendengar tentang syair, yep pasti semua pernah dong, ada banyak sayair dan puisi di dunia ini bukan ? Yep, semua pasti jawab ya. Banyaka hal yang terjadi dalam sebuah syair, entah pengalaman pribadi, atau hal yang lainya. Coba sampean perhatikan beberapa bait dalam syair berikut :

Seringkali burung-burung berkicau dengan lantang mengungkapkan kesedihannya diwaktu dhuha sambil bertengger diatas dahan.
Karena ia teringat kekasihnya dimasa lalu, maka ia menangis, kesusahanku pun bangkit.
Seringkali tangisku membuatnya terjaga, dan seringkali tangisnya membuatku terjaga.
Sungguh, kadang-kadang ia mengeluh, namun aku tidak dapat memahmai keluhanya, dan kadang-kadang aku mengeluh, ia pun tidak dapat memahami keluhanku.
Akan tetapi dalam kerinduan aku mengenalnya, dan dalam kerinduan ia juga mengenalku.

Apa yang sampean rasakan setelah membacanya ? ada suatu imajinasi dalam dirimu kan ? ya, itulah kira-kira sebuah puisi. Aku pun merasakan hal yang sama ketika membaca sebuah puisi. Jika sampean adalah seorang yang memang punya perasaan maka akan merasakan sesuatu ketika membaca puisi.
Dulu ketika daku masih di SD kelas 3 sebuah puisi yang kalau ndak salah adalah bertema perjuangan yang kira-kira awal baitnya berbeunyi demikian :
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur sayang ….ila akhirihi
Ketika itu saya hapal betul bait tersebut, tersentak dan sontak itu lah awal daku menyukai puisi. Sekaligus sebagai awal kecintaan daku terhadap mapel bahasa baik bahasa indonesia, bahasa jawa, bahasa inggris dan bahasa arab. Sebait puisi diatas yang daku tulis, merupakan puisi arab masa jahiliyah, banyak puisi arab yang memiliki nilai keindahan yang cukup tinggi.
Nah ngomong-ngomong soal puisi pernah ndak sampean negabayangin bagaimana susahnya membuat puisi, ok bagi yang udah cemeralang otak sastranya mungkin ga masalah, warko kucluk 001tapi bagi daku yang masih awan susah juga ya, apalagi kaya sampean, mella, iwan atau najib (tapi bukan najiburrahman). Membuat sebuah puisi tidak semudah membalikan jenggotmu. Apa lagi membalikan telapak tangan. Tapi perlu usaha yang kuat dan tangguh.
Dulu ana punya dosen namanya Pak Wahid (Abd. Wahid BS/ Bukan Bakul soto), tapi sayng ga kenal daku, jadi sedih deh akunya. Apa lagi kau, mungkin malah menangis. Ya udah jangan nangis, mendingan kamu coba mem buat puisi yang bagus tar kamu serahkan sama Bu Ika (Masih Singgel Lho, tapi mau nikah sama Iwan ding anak TKJ SMK Muh.bantarkawung) atau kau serahkan sama Bu Izzah atau Bu Ida (Singgle Parent alias Jablay) tapi jangan kamu serahkan ma Pak Kuwat kos dia ta ngurusinya 1+1 = 15 tau…….(Kaya nurul bae pake tau…).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s