Senandung Setan Kuburan

Hari yang mendung, bikin kepala senut-senut, ditambah dengan wejangan dari Bapak Sudjono B.A ( Dirut SMK Muh.Bantarkawung) yang terasa kurang mengenakan dan cenderung sepihak. Membela kebenaran memang susah, kadang-kadang kita malah yang jadi korban ketidakadilan. Menulis dengan segelas kopi menjadi solusi yang lumayan mending, apalagi di tambah dengan online bias sambil download, facebookan  atau chating.

Tetapi hidup memang terkadang begitu, hanya kesabaran yang mesti kita punyai. Semenjak saya masuk di SMK Muh.Bantarkawung banyak teman yang bias aku kenal, banyak suka duka nya, diantaranya itu tadi wejangan seputar penggunaan uang BOMM (Bantuan Operasional Manajemen Mutu). Maksud hati memeluk gunung malah ketendang setan kuburan.

Saudara Agus Susanto melaporkan kepada kepala sekolah mengenai penggunaan dana BOMM yang dirasa kurang menguntungkan dirinya, sehingga wejangan yang disampaikan terasa sekali sangat memojokan daku. Menuduh daku mencurigai kepala sekolah sebagai rezim SMK sehingga daku kena air comberan.

Misbahudin Al-Mu,tazili tidak pernah mencurigai atau menuduh saudara Agus dan Sudjono mengenai dana BOMM. Daku hanya berharap dan berpesan agar dana BOMM digunakan sebaik mungkin untuk tujuan yang sesuai yaitu pembelian peralatan belajar siswa TKJ dan TMO. Semua wejangan saya terima dengan baik yang daku kecewakan adalah laporan sepihak yang tidak sesuai dengan fakta antara lain :

1. Menuduh daku su’udon terhadap Kepsek dan bendahara

2. Laporan Agus Susanto yang cenderung memojokan dan menegatifkan penulis, seolah-olah daku adalah pihak yang salah. Tanpa melihat dirinya yang kemarin sabtu ngelomboni dan ngerjani saya untuk menemani membeli computer di Purwokerto.

3. Pihak kepala sekolah tidak selektif dan cermat dalam menanggapi laporan dari bendahara (Agus Susanto Cs). Yang semuanya dianggap benar.

4. Saudara Agus menikam Angga ketika didepan saya dan menikam daku dengan angga ketika dibelakang kami berdua.

5. Daku adalah orang yang selalu menjadi sasaran kesalahan oleh pihak sekolah, terhitung semenjak ada Pak Imam sampai sekarang. Ketika kondisi lab berantakan di jaman Pak Imam yang dimarahi malah daku. Ketika zamannya Solihin Cs yang tidak mengacu kurikulum Diknas malah guru produktif yang disalahkan sampai kemudian solihin hengkang dari SMK dengan menggendong seribu permasalahan. Saat era Kajur TKJ Angga Dev Ananta malah kami berdua yang ditikam habis-habisan.

Memang benar ketika melakukan sesuatu tidak semudah membalikan telapak tangan. Kondisi Komputer yang baru di beli dari Zigma Comp Purwokerto yang keadaanya amburadul yang menangani sekarang daku tapi sekaligus juga di tikam, dipojokan dan disalahkan.

Kesimpulannya : berbuat benar itu susah, apalagi yang melakukan kebenaran adalah orang kecil kaya daku bukan pengusa sekolah sehingga dengan seenaknya sendiri disalahkan. Saya tulis ini sebagai kenangan.

Iklan

2 thoughts on “Senandung Setan Kuburan

  1. pak walau kita orang kecil yang penting di hadapan yang kuasa kita orang besar iya kn????????
    jangan menyerah(kaya lagu’y D’massive)hehehe…..

    DON’T FORGET ME……….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    SALAM SEJAHTERA SELALU………………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s