Salam PERSATUAN BROKEN HOME INDONESIA (P-BH-I)

Waduh, terbayang wajahmu di tengah malam yang begitu sunyi, perempuan it uterus saja membayangi seluruh persendian tubuhku…geli..geliat tubuhnya membuat birahiku terus naik. Wow luar biasa dadanya begitu menggoda…..ha…ha…..nglantur, jangan berpikiran salah dulu ah. Bagaimana kabar anda hari ini ? baik-baik kan…ya syukur. Hidup memang indah apalagi bila ada si dia disamping kita. Akan tetapi juga kadang sebaliknya. Perjalan masing-masing orang memang beda ya ndak ? masih ingat bagaimana susahnya ketika hidup harus menghadapi kehancuran keluarga alias broken home. Mungkin ini adalah malapeta besar bagi manusia, ah tapi ndak juga. Suatu ketika di tahun 1984 saat kaki belum sempat melangkah, masih merangkak sesuatu yang menyedihkan tak bias ku elak. Kedua orang tua ku berpisah. Cita-cita belum tercapai kehancuran menuai. Tapi sekali lagi broken home bukan ahir dari segalanya, justru itu adalah awal yang indah (kaya Tere aja), di balik cahaya memang ada dia (kaya Lady Diana) yah memang betul, segala sesuatu memang harus kita lihat sisi positifnya jangan memlulu melihat yang negatifnya. Tahun 1996 aku adalah broken home yang bias lulus SD dengn predkat baik, tanpa alpa dan tak pernah mbolos meskipun hanya peringkat 4 tapi bagiku sudah cukup. Di tahun 1999 daku selesai MTs dengan nilai yang memuaskan juga untuk ukuran sekolah swasta tertinggal sebagai peringkat 2. tahun 2002 aku adalah lulusan terbaik SMA N 1 Larangan kelas IPS dengan NEM 42,36. ditahun iini juga cita-citaku untuk menghack anak-anak IPA berhasil, kebencianku pada anak-anak IPA yang sombong menuai hasil dimana nilai anak IPA di tahun 2002 hancur….he…he….biarin aja Bu Ida, Pak Pui dll yang guru IPA klenger (maaf bukannya sombong, ini hanya cerita anak broken home). Di tahun 2006 kembali si broken Home menuai kemenangan, tercatat sebagai alumni terbaik STAIN Purwokerto Jurusan Bahasa Arab dengan IPK 3,85 dengan Skrpsi berjudul “ daur al biah fi tatwiri maharah al lughah al arabiyah li at-tulab al indonesyin”. Pas 4 tahun aku selesaikan ini. Walau mungkin Pihak rektorat STAIN Pwt kurang memberikan perhatian, tapi nda apa-apa. Ini hanya sekelumit cerita anak broken home, masih banyak yang lain. Pesanku buat kawan-kawan yang merasa broken home jangan pernah lelah untuk berkarya. Mari jalani hidup dengan sgala kreatifitas kita. Jangan pernah menangis, mari jalani hidup denganenjoy….salam BROKEN HOME……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s