NOSTALGIA BERSAMA BOOMERANG

NOSTALGIA BERSAMA BOOMERANG

Dengar boomerang….wow ingat waktu SMA, enak ngeles yang pasti bikin kita ngejreng. Saying sekarang agak vakum. Aku ingat temanku dulu Agus Tio Mahardika sama-sama di IPS 1, sama-sama juga penggemar boomerang. Khas benar suara Roy Jekoniyah membuat jiwaku bergetar ketika mendengarkannya, apalagi dengar lagu ”bawalah” seperti melayang benar diangkasa.

Keakraban daku dengan Tio juga tidak lepas dari, kesamaan fans dengan boomerang. Sebuah kisah yang terjadi dengan ketidaksengajaan, saat paman ku membawa kaset dari boomerang bertitel ”disharmoni” dimana generasiku menjadi tembang pembuka yang begitu enjoy…ingat sepotong baitnya :

” jalani dan jangan berhenti

yakini saja arah sendiri

ini tentang hati

tentang harga diri

bulatkanlah tekad nurani

angkat tinggi tanganku

teriaklah Generasiku”.

Wah serasa ada sepirit hidup tersendiri untuk ngejalani hidup bagi orang broken home seperti aku. Berjalan sendiri,tekadkan hati sendiri menghadapi hidup dan yakinkan arah sendiri bahwa hidup ini memang harus dijalani dengan penuh keyakinan dan tekad yang bulat. Tentunya dengan disertai arah yang pasti, bukan hidup asal hidup meski kita berada dalam lingkaran broken home. Tak jadi masalah.

Beberapa lagu boomerang seperti pelangi, bungaku, kembali, berita cuaca terasa sangat menyentuh nuansa keindahannya. Ingat personilnya Ivan, Roy, Farid dan Henry. Sungguh luar biasa. Seperti Berita Cuaca dan Larantuka yang menggambarkan tentang kehidupan manusia dengan segudang permasalahan. Berita cuaca menggambarkan kondisi alam yang rusak oleh ulah manusia, persis sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an yang kalau ndak salah artinya begini :

” telah nampak kerusakan di darat dan laut karena ulah tangan manusia”

Disini kita ingat bagaimana manusia merusak alam ini, menebang pohon sembarangan, eksploitasi terhadap sumber daya alam tanpa ada peremajaan kembali yang dampaknya akan merugikan manusia itu sendiri. Sepertinya ini cocok dengan tren sekarang yang sedang gencar-gencarnya mengadakan usaha penghijauan dimuka bumi  karena terjadinya pemanasan global.

Tema larantuka, mengingatkan kita akan musibah gempa yang menimpa daerah larantuka di Nusa Tenggara Timur kalau nda salah. Kita ingat juga bagaimana tsunami melululantahkan Nangro Aceh Darusalam dan Sumut, Gempa di Tasikmalaya, Gempa Di Sumbar dan banyak lainnya.

Eh….ngomong-ngomong bagaimana dengan kamu ????? dalam suasana seperti ini, sambil ngeblog, ditemani kopi ma boomerang song’s lengkap rasanya nostalgiaku, jadi ingat Tio, Amin Sembung, Agus Pendek lamaran, Dayo Tanggungan, Imron Oon Alisa, Tohani Sitanggal, Awan sitanggal, Warjo, Edy, dan lain sebagainya yang entah dimana dan kaya apa nasibnya. Mudah-mudahan masih ingat temannya Selo Sumardjan (…he..he …mengenang Sosiologi) ini.

Mudah-mudahan dengan Facebook jejak mereka bisa ku temui kembali. Goyang mang …goyang karawang itu tradisi perlu diingat jangan di caci. Dan dapat menemukan blog yang mungil ini. ATAU JUGA bisa numpang lenggah di gubuk bambu ku ini bersama Megi Z (Alm) atau bersama Asrolani atau juga  bersama Aura Kasih Yang mantap n montok dadanya …ha….ha…..dasar kutu kupret.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s