Catatan Seorang BlackList (1)

waktu terasa sangat melelahkan, banyang-bayang malam masih terus mengikuti, meski kini hari mulai pagi,segelas kopi dan sepotong roti masih saja setia menemani sang blacklist menulis, mungkin bagi sebagian orang tak pernah tahu bahwa yang dihadapi adalah seorang blacklist, meski itu tak penting bagiku, tapi aku perlu penting bagi orang lain, artinya perlu terutama ketika hendak membangun sebuah persahabatan dengan mr.blacklist.

Ya aku adalah seorang blacklist sekaligus juga brokenhome, seorang blacklist yang terus dan terus mencoba membangun pagi yang cerah, banyak siswaku yang tak pernah tahu, kalau gurunya adalah seorang blaclist, tulisan ini hanya sebuah interpretasi saja, status blacklist tak pernah membuat aku menyesal atau sedih, sebagaimana aku menjadi seorang broken home, semua harus dijalani dan ini adalah jalan pilihan untuk hidup yang harus di tempuh dengan suka.

menyesal bersedih sama dengan tindakan demonstrasi terhadap Tuhan akan tingkah laku buatan kita sendiri. mungkin semua tak pernah berfikir bagaimana bejatnya pejabat bangsa ini, hidup berkalang dengan harta, tahta dan wanita.

kita tak pernah tahu kapan keadilan akan datang, keadilan semu adalah realitas jagad sekarang, cocot-cocot politikus menggonggong setiap lima tahun sekali, mengobral janji bak bakul jamu, setelah itu berlalu begitu saja. kita tak pernah belajar akan kesalahan dua pemimpin besar kita, Ustman bin Affan dan H.Moh.Soeharto.

ketika menulis ini, aku berfkir mengapa ini terjadi,persis sebagaimana kita memijakan kaki di bumi ini, hidup ini memang indah seindah mela apriyani, banyak warna yang kt temukan.

kita harus bisa bertahan dalam hidup, dilarang menyerah, menyerah adalah tindakan bodoh dan tolol, hidup harus menang hajar semua rintangan. gilas saja waktu yang berjalan. jangan takut untuk melangkah, meskipun andaikata langkah kita salah dan tersesat, terus saja melangkah dan pelajari kesalahan kita. dan yang terpenting mari kita hidup dengan semangat dan kerja keras, jadilah orang kaya.

pernah suatu ketika, hidup terbelenggu dengan jutaan hutang, serasa lelah,susah, ah itu hanya ilusi, ketika semangtaku membara maka semua hutang perlahan-lahan habis, sebagaimana malam yang perlahan menjadi pagi.

sekali lagi hidup adalah perjuangan, berjuang mengalahkan segalanya dan menjadi pemenang bukan pecundang. mari belajar dan belajar, mari belajar semuanya, menjadi hacker yang handal.

buat  anak-anakku di Muhammadiyah Bantarkawung dan Darul Falah Bumiayu, semangatkan belajar agar menjadi sukses dan kaya, jangan lupa pelajari tool-tool Hack, jadikan diri kalian sebagai seorang hacker yang handal, kuasai dunia taklukan semuanya. tunjukan pada dunia bahwa kita ada dan berkuasa. libas semuanya, terutama pejabat yang sekaligus penjahat makan uang rakyat, pejabat yang menghianati rakyatnya+jangan percaya sama politikus, karena ia adalah tikus yang akan menghancurkanmu.

bersambung pada catatan seorang blacklist (2)

Iklan

One thought on “Catatan Seorang BlackList (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s